Minggu, 25 November 2012

SPH #5 : ANATOMI MARMUT (Cavia porcellus)


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mamalia merupakan kelompok tertinggi dalam dunia hewan. Salah satu contoh hewan mamalia adalah marmut (Cavia porcellus). Tubuh marmut hampir semuanya tertutup oleh rambut pada kulitnya. Cavia porcellus merupakam anggota mamalia yang berordo rodentia, yaitu ordo hewan pengerat. Hewan ini mempunyai kaki depan yang berjari lima, kaki belakang dengan empat jari dan bercakar, namun tidak memiliki taring. Cavia porcellus mempunyai badan pendek, kuat, dan bertelinga pendek.
Marmut merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara oleh manusia serta dapat digunakan sebagai bahan makanan karena mengandung protein hewani yang berguna bagi pertumbuhan tubuh. Marmut mempunyai glandula mammae yang menghasilkan air susu yang diberikan kepada anak-anaknya. Masa mengandungnya cukup lama yaitu sembilan minggu. Hewan ini paling banyak makan sayur-sayuran tetapi ada juga yang makan rumput. Marmut mempunyai suhu tubuh tetap, tidak terpengaruh lingkungan luar (homoitermis) karena didukung oleh rambut yang tumbuh diseluruh tubuhnya. 
Klasifikasi Cavia porcellus menurut Storer and Usinger (1961) adalah sebagai berikut :

Marmut digunakan dalam praktikum kali ini karena mudah didapatkan dan secara ekonomis relatif murah. Marmut merupakan hewan herbivora yaitu hewan pemakan tumbuhan sehingga tidak berbahaya untuk diamati. Cavia pocellus juga mempunyai struktur organ tubuh yang mampu mewakili kelas mamalia.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur Perkembangan Hewan 1 kali ini adalah untuk melihat Anatomi Marmut (Cavia porcellus).

II. MATERI DAN METODE
A. Materi
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah bak preparat, gunting, pinset, pisau, dan jarum penusuk.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah seekor Cavia porcellus (Marmut), air kran dan kloroform.

B. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Sebelum dilakukan pembedahan, Marmut disembelih terlebih dahulu.
2. Rambut-rambut pada bagian ventral dibasahi agar waktu pembedahan rambut-rambut tersebut tidak beterbangan.
3. Kulit dipotong mulai dari posterior di muka penis atau clitoris menuju ke anterior mengikuti garis medio ventral badan sampai ke ujung mandibulla.
4. Kulit dibuka ke samping sampai otot-otot daerah abdomen dan thorax terlihat.
5. Pembedahan daerah abdomen dimulai dari daerah inguinal menuju anterior mengikuti garis medan badan kemudian dilanjutkan ke lateral menyusuri diafragma sehingga otot daerah abdomen dapat dikuakkan dan organ-organ yang ada pada rongga abdomen dapat terlihat.
6. Organ-organ yang terlihat diamati dan dituliskan sebagai keterangan pada gambar yang ada pada diktat praktikum.

III. PEMBAHASAN
Mamalia adalah vertebrata yang tubuhnya tertutupi oleh rambut. Kelenjar mamae dipunyai oleh hewan betina yang tumbuh baik untuk menyusui anaknya. Anggota gerak depan dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang dan terbang. Kulit marmut terdapat kelenjar keringat dan kelenjar minyak (Brotowidjoyo, 1990). Mamalia dibedakan atas caput, truncus dan cauda. Caput dihubungkan dengan truncus oleh leher, rongga thoraic dan carvum pericardi. Skeleton humanium dapat dibagi dalam skeleton trunci, cingulum membri inferioris dan skeleton membri liberi (Radiopoetro, 1990).
Cavia porcellus menurut Moment (1967) dan Djuhanda (1981) termasuk ordo rodentia yang merupakan anggota mamalia yang bagian caecumnya berkembang lebih baik dari semua mamalia yang ada dalam satu spesies, jumlahnya kira-kira mencapai tiga ribu jenis. Sistem pernafasan yaitu trachea, glottis, laring. Glotis adalah lubang masuk dari faring ke trachea. Pangkal trachea yang melebar seperti kotak dinamakan larings. Bagian ini tidak hanya untuk lewatnya udara saja, tetapi juga berguna sebagai alat suara.
Sistem pencernaan pada marmut antara lain terdiri atas oesophagus, lambung dan usus, dengan oesophagus terletak di sebelah dorsal dari trachea, melewati rongga dada kemudian menembus diafragma untuk masuk masuk ke lambung. Lambung terletak di belakang diafragma sebelah kiri rongga abdomen, usus terletak sesudah lambung, dapat dibedakan menjadi usus halus dan usus kasar, usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu duodenum, jejunum dan ileum yang batasnya tidak dapat dibedakan. Lambung dan duodenum dihubungkan dengan suatu lubang yang disebut pilorus yang dindingnya terdiri dari otot sfingster yang dapat membuka dan menutup, sedangkan usus kasar terdiri dari caecum, colon dan rectum, serta berakhir pada anus (Djuhanda, 1980).
Marmut termasuk mamalia, yaitu hewan yang memiliki kelenjar mamae untuk menyusui anaknya sebagai makanan pertama setelah mereka dilahirkan. Ciri lain yang khas dari mamalia adalah tubuhnya dilindungi oleh rambut, kulit mengandung bermacam-macam kelenjar, jari kaki mempunyai cakar, kuku, dan telapak. Kaki beradaptasi untuk berjalan, memanjat, menggali tanah, loncat.  Marmot merupakan hewan berdarah panas (Brotowidjoyo, 1993).
Marmut (Cavia porcellus) merupakan hewan pentadactil (memiliki jari-jari yang bercakar), lengan bawah dapat pronasi dan suprinasi. Hewan ini tidak berekor dan glandula mamae untuk menyusui anaknya. Uterusnya bertipe dupleks, merupakan tipe yang paling primitif dimana bagian kanan dan kiri uterus terpisah oleh adanya vagina pada hewan betina (Radiopoetro, 1986).
Cavia porcellus memiliki sistem urogenitalia yang terdiri dari sistem urinaria dan sitem genitalia. Menurut Walter dan Sayles (1959) salah satu alat ekskresi pada mamalia adalah ginjal yang disebut metanerfos. Jumlah nefron pada mamalia sangat besar, laju metabolisme yang tinggi menghasilkan limbah yang besar. Tubulus yang menghasilkan urin mengalir ke dalam ureter yang berkembang sebagai suatu pertumbuhan dari saluran arkinefrik. Urutan evolusi ginjal adalah holonefros, opistonefros, dan metanefros. Perkembangan embrio mammalia terdapat mesoderm nefrogenik (mesoderm ginjal) timbul di sebelah dorsal sepanjang embrio, tetapi hanya bagian paling belakang yang berkembang menjadi metanefros dewasa.
Sistem genitalia Cavia porcellus jantan dibangun oleh sepasang testis yang bentuknya bulat telur berwarna putih, terletak dalam rongga perut. Epididymis terdiri dari caput, corpus, cauda epididymis. Ductus deferens berupa saluran berjalan disebelah dorsal dari kantung urine dan bermuara pada ductus spermatikus yang terdapat pada batang penis. Sepasang papilla mammae (muara glandula mammae) terletak diantara kaki belakangnya, namun pada hewan jantan, glandula mammae tidak melakukan sekresi. Bagian belakang penis terdapat lekuk pirenium yang merupakan lekukan yang dalam dan nampak selalu kotor. Lekuk ini merupakan tempat bermuara kelenjar bau yang digunakan sebagai tanda pengenal spesies dan hedonik atau pemikat lawan jenis. Sistem genitalia betina pada marmut tersusun atas beberapa organ, yaitu ovarium, tuba falopi, oviduct (Weichert, 1984).
Sistem urinaria dibangun oleh sepasang ginjal yang berwarna merah tua, berbentuk seperti kacang, terletak di daerah lumbar sebelah dorsal dari rongga abdomen dan saluran pelepasan yang merupakan bagian medial ginjal berupa hilus tempat keluarnya urine. Kelanjutan dari ginjal adalah ureter saluran yang bermuara pada vesica urinaria aitu tempat penampungan urine sementara yang  akhirnya urin akan dikeluarkan melalui uretra (ductus urospermatika) keluar tubuh (Jasin, 1989).

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Marmut (Cavia porcellus) merupakan salah satu contoh dari mamalia. Marmut   termasuk ke dalam subclass Theria, infraclass Eutheria dan ordo Rodentia.
2. Tubuh marmut umumnya dapat dibedakan dengan nyata, yaitu caput (kepala), cerviks (leher), truncus (badan), extrimitas (anggota badan) dan cauda (ekor).
3. Marmut merupakan hewan yang mempunyai ciri-ciri: tubahnya diselimuti rambut, memiliki banyak kelenjar, mempunyai glandula mamae dan mempunyai daun telinga.
4. Sistem pernafasan marmut terdiri dari trakhea, bronchus, bronchioli dan paru-paru.
5. Sistem genitalia marmut jantan merupakan sepasang testis yang bentuknya bulat telur berwarna putih, terletak di rongga perut dan sistem genitalia betina pada marmut tersusun atas beberapa organ, yaitu ovarium, tuba falopi, oviduct.

DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo, M. D. 1990. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.
__________, D.M. 1993. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.
Djuhanda, T. 1981. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata 1. Armico, Bandung.
Jasin, M. 1989. Sistematika Invertebrata dan Vertebrata Untuk Universitas. Sinar Wijaya, Surabaya.
Moment, Graiduner B. 1967. General Zoology. Houghton Mifflin Company, Boston, USA.
Radiopoetro. 1986. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
__________. 1990. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Storer and Usinger. 1961. Element of Zoology. Mc Graw-Hill Book Company, New York.
Walter, H. E, Leonard P. Sayles. 1959. Biology of the Vertebrates. The Macmilan Company, New York.
Weichert, C. K. 1984. Element of Chordata Anatomy 4th  Edition. Mc. Graw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi.







| Supported? |

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar